Wujudkan Indonesia Cinta Membaca, Berikut 5 Rekomendasi Buku Karya Anak Bangsa

Indonesia memang darurat literasi karena minimnya minat membaca dari penerus bangsa. Rata-rata anak Indonesia sudah asyik dengan segala fasilitas dalam smartphone. Baik bermain game atau berselancar di media sosial. Maka dari itu, untuk memulai gerakan Indonesia Cinta Membaca bisa dimulai dari buku bergenre ringan. Simak rekomendasinya berikut ini. 

Buku Karya Penulis Indonesia untuk Permulaan Membaca

1. Negeri 5 Menara 

Sejak diterbitkan pada tahun 2009, buku ini berhasil menyedot perhatian publik dan didapuk sebagai buku inspiratif. Dikisahkan seorang anak bernama Alif yang selalu penasaran hal baru dalam hidupnya. Alif remaja pergi merantau demi mewujudkan mimpi-mimpinya. Perjuangan Alif yang penuh lika-liku akan membuat anda terkesima, seolah anda ikut mendalami karakternya.

Para tokoh di buku ini memberikan pesan moral bahwa tidak boleh meremehkan mimpi sekecil apapun. Buku karangan Ahmad Fuadi ini cocok untuk anda yang sedang krisis motivasi. Bahkan pernah diangkat ke layar lebar pada tahun 2014 dengan judul yang sama. Buku populer ini bisa menjadi awal untuk memulai gerakan Indonesia Cinta Membaca.  

2. Sirkus Pohon

Andrea Hirata selalu berhasil meraih popularitas tinggi dari karya-karya miliknya. Mulai dari series Laskar Pelangi sampai Padang Bulan, kini Sirkus Pohon tak luput dari penggemar buku. Buku Sirkus Pohon mendapatkan respon positif dari masyarakat, bahkan didapuk sebagai karya inspiratif sepanjang tahun 2017. 

Mengisahkan tentang Hob, lelaki lulusan SMP yang bekerja sebagai badut kampung. Berbagai makian sosial sering diterima Hob, namun Ia tetap tidak pantang menyerah. Dengan plot sederhana, anda akan menemukan banyak hal menarik dalam perjalanan hidup Hob. Kisah yang cukup menginspirasi bagi anda yang sedang patah semangat dan butuh motivasi. 

3. Bumi Manusia

Pramoedya Ananta Toer kerap mengeluarkan karya terbaik, termasuk buku Bumi Manusia. Karya populer ini sering dijadikan alat bantu untuk menggelar momen baca bersama, kemudian mengulas kembali isinya. Sebab di dalamnya membahas tentang situasi panas politik dan idealis negeri sendiri. Jadi tak heran bila sering diangkat menjadi topik sebuah forum diskusi. 

4. Rindu 

Tere Liye sering kali menyabet penghargaan best seller pada setiap karyanya. Termasuk novel Rindu yang isinya tersirat banyak makna kehidupan. Berlatar kapal pesiar yang membawa banyak penumpang, salah satunya tujuan ke Tanah Suci. Bukan hanya kisah cinta antar pasangan disini, namun juga mengingatkan tentang toleransi beragama serta jalan kehidupan yang tak selalu sempurna. 

5. Ayat-Ayat Cinta  

Membangkitkan minat baca sebenarnya tidak begitu sulit, hanya butuh terbiasa saja. Anda bisa memulainya dengan berkumpul bersama pecinta buku. Lalu awali baca buku bergenre ringan dan dapatkan momen baca bersama. Anda bisa coba membaca Ayat-Ayat Cinta milik Habibburrahman El Shirazy. 

Bercerita tentang kisah cinta Fahri, Maria, dan Aisyah yang berlatar nuansa Islami. Apalagi novel ini pernah diangkat menjadi film layar lebar dengan judul yang sama. Dari novel maupun filmya berhasil menerima penghargaan, baik di Indonesia maupun mancanegara. Hal ini karena makna cinta, realita, serta ajaran Islam dijelaskan secara eksplisit dalam plot. 

Tanoto Foundation percaya bahwa stimulasi pada anak usia dini adalah investasi terbesar dalam proses tumbuh kembang anak, salah satunya dengan membangun budaya membaca. Kepercayaan ini mendorong Tanoto Foundation untuk menggagas gerakan/kampanye #IndonesiaCintaMembaca. 

Jangan lupa Moms juga bisa ikutan lho kegiatan seru kompetisi sharing Momen baca bersama yang diadakan oleh Tanoto Foundation dan hadiahnya seru banget, Kompetisi berlangsung sampai bulan Desember 2020. Cek highlight #MomenBaca di IG : @tanotoeducation atau untuk informasi lebih lanjut di https://tanotofoundation.org/id/news/kompetisi-momenbacabersama-dapatkan- 

0 komentar:

Posting Komentar