Pengguna Vape Wanita
Sumber: pinterest.com
Di kalangan para pengguna rokok, vape atau rokok elektrik tengah menjadi trend yang banyak diminati oleh banyak orang. Walau tidak menggeser kepopuleran rokok tembakau, tapi banyak juga para perokok tembakau yang kini beralih ke vape. Gak heran kalau jumlah penggunaan vape terus meningkat. Sejumlah pakar kesehataan juga menganjurkan para perokok tembakau untuk beralih ke vape sebab dinilai mempunyai risiko yang lebih kecil ketimbang rokok tembakau. Kadar racun yang dimiliki vape pun tidak sebanyak yang ada di dalam rokok tembakau walau elemen pemanas dan kimia lainnya belum diteliti lebih dalam. Tapi tahukah kamu, bahayanya vape bagi kesehatan perempuan? Kalau belum, yuk simak selengkapnya berikut ini!

1. Gimana Kata Pakar?

Sumber: pinterest.com
Banyak orang Amerika yang kini beralih menggunakan vape daripada dengan rokok tembakau. Bahkan, di Indonesia jumlah pengguna Juul Pods vape meningkat sampai satu juta orang di tahun 2019. Meski begitu, vape juga tetap sama bahayanya dengan rokok tembakau. Sejumlah peneliti di University North Carolina, Chapel Hill menemukan zat kimia dan kandungan nikotin di dalam vape yang dapat menghambat pembentukan embrio di dalam rahim. Di sebuah studi “Journal of the Endocrine Society”, dikatakan bahwa menggunakan vape saat hamil akan menimbulkan kelainan perkembangan seumur hidup pada jabang bayi di dalamnya.

2. Melakukan Uji Coba Pada Tikus

Sumber: pinterest.com
Seekor tikus betina terkena uap rokok elektrik sekitar beberapa bulan dan mengalami gangguan kesuburan. Beberapa penelitian pun menyatakan bahwa efek samping dari vape dapat lebih parah pada manusia sebab ada faktor lain seperti genetik, kesehatan dan lingkungan. 


3. Nikotin di Dalam Vape

Sumber: pinterest.com
Dampak buruk nge-rokok bagi perempuan hamil sebenarnya bukan hal baru. Biasanya perokok lebih susah hamil karena menghisap sianida, karbon monoksida dan nikotin di dalam asap rokok tersebut. Bukan cuma itu, rokok juga dapat membuat sel telur jadi cepat mati. Tidak hanya berdampak buruk pada perempuan, merokok juga bisa menurunkan jumlah dan motilitas sperma pria.  Seorang penelitian mengungkapkan jika vape yang tidak mengandung nikotin pun tetap sama bahayanya bagi fungsi testis tikus. Penemuan ini diteruskan oleh laporan peneliti UNCH-CH yang juga mengatakan dampak buruk vape pada rahim.

4. Nikotin Dapat Merusak Rahim

Sumber: pinterest.com
Para peneliti UNC-CH mengatakan bahwa nikotin tetap bisa merusak pembuahan, mengganggu rahim dan membuat janin lahir dengan cacat. Caron mengungkapkan jika efek samping dari vape ini masih berhubungan dengan cairan dasar dari vape yang berupa gliserin nabati dan propilen glikol. Gliserin nabati ini dapat meningkatkan sejumlah nikotin yang diisap oleh si pengguna tapi tetap bergantung dengan jumlah nikotin yang  terdapat di dalam vape. Sedangkan untuk perisa vape, Caron menyatakan bahwa perisa vape belum pernah digunakan oleh manusia.

5. Risiko Kesehatan

Sumber: pinterest.com
Risiko terhadap kesehatan reproduksi merupakan ancaman baru bagi vape atau rokok elektrik. Pencegahan dan pengendalian penyakit di negeri Paman Sam mulai mengidentifikasi rokok elektrik sebagai penyebab dari banyaknya penyakit paru-paru yang mengancam nyawa. Informasi ini pun mendorong lembaga tersebut untuk memberikan himbauan tentang bahayanya vape Juul bagi anak muda wanita hamil dan juga untuk orang dewasa yang tidak merokok. Tak hanya itu, studi lain juga ada yang mengatakan kalau vape dapat meningkatkan risiko penyakit flu. 

Jadi, ada baiknya mulai berhenti merokok, baik itu rokok tembakau maupun rokok elektrik.  Toh, dampaknya juga bukan cuma untuk perempuan saja tapi juga bagi laki-laki.
Terapi Stroke

Stroke merupakan sebuah gangguan pada fungsi tubuh yang disebabkan karena kerusakan pada otak, khususnya adalah area yang memang mengendalikan bagian tubuh tersebut. Hal ini bisa disebabkan karena pecahnya pembuluh darah yang ada di otak atau dipicu karena kekurangan asupan oksigen maupun nutrisi ke sel-sel otak yang membuat sebagian area otak tersebut mati, kondisi ini memang bisa dialami oleh siapa saja, namun paling rentan memang menjangkiti mereka yang sudah berusia lanjut. Biasanya mereka yang sudah terkena masalah kesehatan ini memang tidak bisa melakukan kegiatan sebagaimana mestinya dan harus menjalani terapi, saat ini juga layanan fisioterapi ke rumah sehingga anda dengan mudah untuk melakukannya tanpa harus bepergian.

Terapi ini sendiri fungsinya adalah untuk mengembalikan fungsi anggota tubuh tersebut sebagaimana mestinya. Biasanya terapi atau rehabilitasi yang dijalani oleh penderita stroke tersebut juga berbeda-beda, ada yang bisa dilakukan sendiri di rumah, apalagi jika seandainya masih tergolong sebagai stroke ringan, namun juga ada yang harus mengandalkan jasa seorang fisioterapis, apalagi jika seandainya kondisinya sudah cukup parah seperti diantaranya adalah mengalami lumpuh, sehingga hanya bisa terbaring di atas tempat tidur saja.

Namun nyatanya juga ada beberapa jenis terapi stroke di rumah yang dapat dijalankan, khususnya adalah bagi mereka yang mengalami stroke ringan, berikut ini yang dapat dilakukan, yaitu:
  1. 1. Merubah gaya hidup, mereka yang sudah terkena stroke biasanya faktor penyebabnya tak lain adalah gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, kemudian juga konsumsi makanan yang tidak sehat dan sejenisnya, sehingga mereka yang sudah terkena stroke ringan juga sangat mungkin stroke tersebut nantinya akan kambuh atau menyerang kembali, bahkan lebih parah hingga menyebabkan kelumpuhan total. Untuk itu pasca terkena stroke ringan, salah satu hal yang harus dijalankan adalah merubah gaya hidup, misalnya adalah dengan konsumsi makanan yang sehat, kemudian juga dengan berhenti merokok, khususnya adalah bagi perokok.
  2. 2. Konsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter secara teratur, ketika Anda menjalani pengobatan ke dokter, maka pastinya akan diberikan beberapa jenis obat yang dapat meredakan gejala tersebut bukan. Diantaranya adalah obat-obatan pengencer darah yang dipakai untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, misalnya adalah Aspirin dan juga Coumadin. Selain itu juga ada jenis obat-obatan anti hipertensi dan sejenisnya yang berfungsi untuk mencegah agar kondisi stroke tersebut tidak semakin parah. Sebaiknya konsumsi obat-obatan tersebut sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh dokter, jangan sampai telat atau diabaikan, karena jika tidak akan membuat penyembuhan berlangsung lambat.
  3. 3. Mulailah untuk lebih aktif di dalam bergerak dan berolahraga, sebenarnya tak harus olahraga yang berat, melainkan dapat dimulai dari hal-hal kecil namun dilakukan secara rutin, seperti diantaranya adalah berjalan kaki, hal ini juga mampu untuk mengembalikan kemampuan fungsi tubuh tersebut. Setelah benar-benar dapat bergerak maka langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan adalah dengan olahraga secara rutin, olahraga ini memiliki banyak sekali manfaat, terutama adalah untuk melancarkan peredaran darah dalam tubuh agar aliran darah menuju ke otak juga berlangsung secara optimal.
Itulah setidaknya beberapa terapi stroke di rumah yang bisa Anda terapkan, kombinasikan semuanya untuk hasil yang lebih optimal. Nyatanya penyakit yang satu ini juga ada yang menyerang orang-orang muda, untuk itu sejak dini alangkah baiknya melakukan tindak pencegahan dengan menjalani gaya hidup yang sehat, agar bisa terhindar.