Perbandingan Bekerja di Rumah dan di Kantor

Bekerja adalah sesuatu yang wajib di lakukan setiap individu dewasa karena setiap orang memiliki wajib bertanggung jawab atas diri mereka sendiri atau selebihnya untuk orang yang mereka kasihi.

Kalau beberapa tahun lalu orang sudah bilang bahwa dunia menjadi semakin kecil karena adanya teknologi, sekarang dunia sudah jauuuuh lebih kecil lagi dengan terus berkembangnya teknologi dan sarana cloud computing, yang membuat semuanya, benar- benar ada dalam genggaman.

Kata “lokasi” berubah makna, bukan lagi menggambarkan lokasi fisik saja, tapi juga ‘lokasi digital’.

Kalau dulu, “File klien ini dimana sih?” dijawab dengan “Di laci paling atas di ruangan pak Joko”. Sekarang jawabannya adalah, “Di Google Drive, folder Project, di sub folder Klien Anu.

Situasi ini memunculkan pertanyaan kuat.
“Kalau begitu, ngapain saya musti kerja di kantor, kalau saya bisa kerja dari rumah?”

Mana lebih baik, bekerja di rumah atau di kantor?

Jadi, apakah bekerja dari rumah lebih baik, atau sama produktifnya dengan bekerja di kantor?

Apakah mulai zaman modern ini, sudah saatnya Anda mengganti kemeja, jas, dan dasi Anda dengan singlet, celana pendek, dan selimut hangat, dan bekerja dari sofa di rumah sambil memangku anak?

Sebelum Anda melelang kursi Anda di kantor dan mengucapkan selamat tinggal hangat pada pak Ujang, satpam kantor Anda, ada beberapa hal yang perlu terlebih dahulu Anda perhatikan tentang bekerja dari rumah!

Attitude dan working habit pribadi

Setiap orang punya style, habit, dan preference yang berbeda- beda dalam bekerja dan berkarya yang membedakannya dengan orang lainnya. Sebagian orang, seperti saya, yang memang suka dengan pekerjaannya, cenderung mudah bekerja dalam situasi apapun.

Tapi beberapa jenis orang lainnya membutuhkan suasana kerja yang kental untuk bisa bekerja efektif. Mereka membutuhkan adanya rekan kerja, adanya mindset shift yang memisahkan “waktu kerja dengan waktu rumah”, dan beberapa bahkan membutuhkan adanya pressure dengan keberadaan atasan untuk bisa bekerja dengan baik.

Bila Anda adalah tipe kedua, maka bekerja dari rumah tidak efektif buat Anda.
Kerja dari rumah memiliki sangat banyak pengalih dan distraction. Mulai dari acara TV, dari toples- toples cemilan yang duduk menggoda, dari keluarga yang mungkin kadang minta diperhatikan, sampai dari kebiasaan procrastination alias menunda- nunda yang menghantui.

Bila Anda mudah teralih dan sulit mengumpulkan motivasi kerja sendiri, atau membutuhkan adanya orang lain saat bekerja, sebaiknya Anda tetap bekerja di kantor.

Jenis pekerjaan dan tanggung jawabnya

Tidak semua pekerjaan bisa dikerjakan dari rumah. Dan pastinya, tidak semua jenis pekerjaan bisa efektif dikerjakan di rumah.


Pekerjaan- pekerjaan kreatif yang tidak membutuhkan banyak interaksi langsung seperti desainer, programmer, editor, copywriter, atau admin media sosial mungkin adalah beberapa contoh pekerjaan yang cukup ideal dilakukan dari rumah.

Tapi inipun tidak dijamin selalu bisa dilakukan efektif, tergantung pada habit dan attitude Anda sendiri, dan pada tanggung jawab yang Anda miliki dalam profesi itu.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ide-ide segar akan lebih banyak bermunculan saat Anda bekerja bersama orang lain, karena Anda akan menyerap berbagai ide dari kolega Anda.

Jadi pertimbangkan manfaat keberadaan interaksi dengan rekan kerja, dalam pertimbangan Anda.

Kendali dan quality control

Masalah lain yang terjadi dalam melakukan pekerjaan atau bekerja dari rumah, adalah masalah kendali terhadap tim Anda, dan penjagaan kualitas kerja mereka.

Bila Anda adalah pemimpin tim, pimpinan proyek, manajer, atau pimpinan organisasi, maka faktor lain yang harus Anda pertimbangkan bukan hanya kemampuan diri Anda sendiri untuk bekerja dari rumah, tapi juga apa yang akan terjadi pada tim Anda saat Anda tidak ada.

Berbicara dari pengalaman sendiri dan dari pengalaman saya meng- coaching berbagai perusahaan, sebagian besar anggota tim dan karyawan Anda SULIT mempertahankan motivasi kerjanya dengan konstan tanpa adanya ‘figur kepemimpinan’ di dekat mereka.

Kalau begini situasinya, bekerja dari rumah dapat membuat kualitas kerja tim Anda menurun, dan ini harus jadi pertimbangan Anda juga dalam memutuskan untuk bekerja dari rumah.

Apa yang harus dipersiapkan untuk bekerja dari rumah?

Secara umum, bekerja dari rumah punya keuntungan dan kelemahannya sendiri- sendiri.

Walau bekerja dari rumah bisa membuat kita memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga, bisa bekerja dengan lebih menyenangkan, bebas mengatur waktu sendiri, dan tidak perlu bermacet ria, pada saat yang sama, bekerja dari rumah, bila tidak tepat dan tidak direncanakan dengan baik, bisa menurunkan kinerja dan produktifitas Anda secara ekstrem.

Bila Anda ingin mencoba bekerja dari rumah, atau menerapkan kebijakan bekerja dari rumah dalam kantor Anda, berikut beberapa tips yang perlu Anda lakukan dan persiapkan:

- Walau di rumah, Anda tetap harus menetapkan ‘jam kerja’.  Anda memusatkan diri untuk bekerja. Ini akan membangun disiplin, dan menghindari pengalihan saat bekerja, atau sebaliknya, mencegah Anda terlalu banyak bekerja pada saat seharusnya Anda beristirahat.

- Tetap berhubungan intense dengan rekan kerja dan bos Anda (atau tim Anda), agar secara hati dan mindset, Anda tetap berada ‘di kantor’.

- Miliki ‘area kerja’, dimana Anda membangun habit dan mindset kerja ketika Anda duduk di area itu, untuk membantu Anda berkonsentrasi.

- Bagi waktu dalam seminggu antara kantor dan rumah. Khususnya untuk beberapa posisi dan jenis pekerjaan, Anda harus tetap memiliki kehadiran di kantor pada hari- hari tertentu untuk membangun motivasi dan hubungan dengan rekan kerja.

Jadi dengan canggihnya support technologies di tahun ini, bekerja dari rumah sudah jauh lebih bisa dilakukan oleh siapapun. Mana lebih baik? Keduanya memiliki keuntungan dan kelebihannya sendiri- sendiri.

Tapi bila Anda ingin menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk diri Anda sendiri atau untuk perusahaan Anda, pastikan Anda telah mempertimbangkan seluruh aspek di atas!

Dan pastikan, individu yang bekerja dari rumahnya itu, memiliki PASSION pada pekerjaannya!
Tips Mengatasi Rambut Kusut

Sering kita mengalami rambut yang susah di atur atau kusut apalagi bagi yang memiliki rambut panjang terutama wanita. Ketika mengaturnya dengan sisir atau tangan malah mengalami rontok, tentunya kita tidak ingin mengalaminya.

Memiliki rambut panjang yang sering kusut tentunya sangat merepotkan, terutama saat pagi hari di mana Anda terburu-buru berangkat kerja.

Rambut kusut yang sering dipaksa disisir bisa berakibat mudah patah dan ujung rambut jadi pecah-pecah.

Menurut Eva Scrivo, pakar kecantikan rambut, mengatasi rambut kusut adalah meningkatkan produksi minyak rambut alamiah.


Nah, untuk meningkatkan produksi minyak rambut, maka Anda harus mengurangi kuantitas keramas.


“Rambut yang jarang terkena air biasanya cepat berminyak. Paparan minyak membuat rambut mudah diatur,” jelas Scrivo.

Dia menambahkan ini berarti Anda tidak perlu berhenti keramas, tetapi batasi cuci rambut hanya satu kali dalam dua minggu atau dua kali dalam satu minggu.

Semakin jarang Anda keramas, kata Scrivo, meningkatkan produksi minyak alamiah pada rambut.