Wisata Air Panas Unggulan Cipanas Garut

Setiap daerah di Indonesia memiliki wisata unggulannya masing-masing tidak terkecuali Cipanas Kabupaten Garut dengan wisata air panasnya yang selalu ramai saat liburan.

"Alhamdulilah Cipanas masih menjadi destinasi utama di Kabupaten Garut," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garu.

Ia menuturkan, Kabupaten Garut memiliki banyak obyek wisata alam yang menarik dikunjungi wisatawan.


Ia menyebutkan, wisata yang menarik seperti Situ Cangkuang dan Candi di Kecamatan Leles dan Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi.

"Wisata pantai di selatan Garut juga menarik untuk dikunjungi dan selalu ramai," kata Budi.

Seorang wisatawan lokal, Tini mengatakan sengaja berwisata ke Cipanas Garut untuk berendam bersama anak-anak dan suami.


Tini mengungkapkan sengaja memilih Cipanas Garut karena jaraknya dekat dari kawasan kota Garut atau Jalan Raya Bandung-Garut.

"Cipanas selalu menjadi tujuan keluarga untuk berwisata, karena bisa membawa anak-anak berenang di air hangat sepuasnya," kata Tini.


Sejumlah turis mancanegara mendengar penjelasan dari pemandu wisata tentang keberadaan Candi Cangkuang di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Bara. Setiap bulannya sekitar 10 ribu wisatawan mengunjungi Situ Cangkuang.


Ia menambahkan, wisata Cipanas Garut memiliki tempat yang menarik serta tiket masuk ke kolam pemandian cukup terjangkau.


Meskipun, menurut Tini, tempatnya penuh karena musim liburan, tetapi tidak menjadi masalah asalkan anak-anak senang mengisi libur sekolah.

"Ya tempatnya ramai, tadi saja saya susah cari tempat parkir mobil, tapi alhamdulillah akhirnya dapat parkir juga," katanya.
Wisata Unggulan Sulawesi Tengah

Daerah masing-masing di Indonesia memiliki wisata unggulannya tidak terkecuali Sulawesi Tengah.

Kementerian Pariwisata turut serta membantu mempromosikan potensi wisata unggulan yang terdapat di beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, Siti Norma Mardjanu di Palu, Kamis (5/1/2017) mengatakan, kegiatan promosi wisata unggulan tahun 2017 baik wisata bahari maupun wisata alam termasuk budaya dan kuliner daerah tersebut sebagian dikerjakan Kementerian Pariwisata.

"Untuk tahun 2017 Pemerintah Sulawesi Tengah terbantu karena promosi obyek-obyek wisata unggulan dilaksanakan oleh pemerintah pusat dalam hal ini ditangani langsung oleh Kementerian Pariwisata," ungkapnya.


Siti Norma mengakui bahwa Sulawesi Tengah tidak memiliki banyak anggaran promosi wisata unggulan tahun 2017 ini, melainkan lebih pada pembenahan infastruktur dan sarana prasarana penunjang kepariwisataan.

Menurut dia, anggaran promosi wisata unggulan, budaya dan kuliner sebagian dipaketkan dengan anggaran kegiatan seperti karnaval budaya, tari-tarian yang dilaksanakan di dalam dan di luar daerah.


"Tetap ada kami anggarkan untuk promosi wisata namun tidak banyak nilainya, anggaran promosi sebagian sudah satu paket dengan kegiatan promosi terlepas dari promosi wisata lewat bandara udara, hotel dan instrumen lainnya," ujarnya.


Seorang pengunjung berenang di Permandian Salodik di Desa Salodik, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupatan Banggai, Sulawesi Tengah, pada pertengahan Agustus lalu. Permandian ini sangat sejuk dengan air yang masih jernih.


Ketersediaan anggaran promosi wisata saat ini, menurut Siti Norma, jauh lebih baik ketimbang anggaran promosi pada tahun sebelumnya yang nilainya sekitar Rp 200 juta, yang membuat pihaknya sedikit terbatas memasarkan potensi wisata unggulan Sulteng.


Ia menjelaskan tahun 2017 promosi wisata unggulan dilakukan dengan memanfaatkan sistem digital, agar lebih mudah, cepat dan tepat, serta efisien yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan anggaran pemerintah daerah.