Bahaya Layar Smartphone atau Laptop Bagi Mata Anak

Di era zaman modern seperti sekarang tidak hanya orang dewasa yang menjalani banyak hal dengan smartphone dan laptop, anak-anak sekarang juga banyak menghabiskan waktu dengan bermain di smartphone meraka dan jarang sekali bermain di luar ruangan. Sepertinya penggunaan smartphone dan laptop pada anak memang harus di batasi karena pengaruh layar lebih berdampak pada mereka.

Hal ini diketahui dari penelitian di Korea Selatan, yang dipublikasikan melalui jurnal kesehatan BC Opthalmology.

Dalam penelitan tersebut ditemukan bahwa anak yang menghabiskan lebih banyak waktunya untuk berinteraksi dengan smartphone, lalu jarang melakukan aktivitas di luar ruangan, cenderung lebih mudah terkena penyakit mata kering.

Pasalnya, saat menatap layar smartphone, gadget, komputer atau sejenisnya, kedipan mata otomatis berkurang. Karena kedipan tersebut berkurang, lapisan air mata jadi lebih mudah menguap dan rentan membuat mata kering.


Layar smartphone sendiri berukuran kecil, sehingga mesti dilihat dalam jarak yang lebih dekat. Menurut peneliti, hal ini juga turut membuat mata jadi lebih lelah.

Penyakit mata kering ini berdampak negatif pada penglihatan pengidapnya. Biasanya, penglihatan menjadi kurang baik, cenderung kabur, dan mata terasa seperti gatal.

Efek penyakit tersebut bisa berdampak lebih luas, yakni pada menurunnya prestasi anak di sekolah.

Para peneliti yakin bahwa penyakit mata kering pada anak cenderung kurang terdeteksi. Karena itu, mereka menyarankan untuk mengendalikan pemakaian gadget atau smartphone oleh anak agar meminimalkan risikonya.


Penelitian di Korea Selatan

Para peneliti di Korea Selatan menemukan simpulan tersebut setelah melakukan penelitian pada 916 anak usia 7 hingga 12 tahun. Dari total tersebut, sebanyak 66 anak atau 6,6 persen memenuhi kriteria penyakit mata kering.

Sebagai perbandingan, sebanyak 55 persen dari anak-anak itu diketahui tidak mengidap gejala penyakit mata kering sama sekali.

Sementara itu, dari total anak yang terlibat dalam penelitian, 97 persen menyebutkan bahwa mereka memakai ponsel sekitar 3,2 jam sehari. Anak-anak yang diketahui tidak mengidap gejala penyakit mata kering cenderung lebih jarang menatap layar ponsel, yakni hanya sekitar 37 menit sehari.

Selain itu, anak-anak yang bebas penyakit mata kering juga lebih senang menghabiskan waktu melakukan kegiatan luar ruang. Rata-rata waktu yang dihabiskan di luar ruangan sekitar 2,3 jam per hari, lebih banyak dibanding anak-anak pengidap gejala mata kering yang hanya menghabiskan 1,5 jam.
8 Pahlawan Dunia Internet Yang Tak Begitu Terkenal

Internet yang hampir seluruh umat manusia dunia gunakan saat ini, tahukah kamu siapa yang membuatnya? Mungkinkah hanya segelintir orang yang berhasil membuat dunia internet sekarang. Atau mungkin ada banyak sekali penemuan-penemuan yang di gabungkan untuk bisa membuat internet itu bekerja hingga saat ini.

Pernah mendengar tentang " Internet Hall of Fame"? Panggung yang satu ini digelar sejak tahun 2012 lalu, untuk mengapresiasi orang-orang yang berjasa dalam merintis, menciptakan, dan mengembangkan dunia internet.

Nama superstar internet, seperti Tim Berners-Lee dan Linus Torvalds, sudah terpajang di Hall of Fame tersebut. Semua orang tahu bahwa Tim Berners-Lee adalah penemu WWW (World Wide Web), dan Linus Torvalds adalah pencipta sistem open-source Linux.

Namun, apakah Anda pernah mendengar nama Charles Herzfeld, Raymond Tomlinson, ataupun Robert Cailliau?

Sama seperti Tim Berners-Lee dan Linus Torvalds, ketiga nama itu pun masuk dalam Internet Hall of Fame. Meski mereka kurang terkenal, tetapi jasa mereka tak kalah besar dari jasa para superstar internet yang kita tahu.


Masih banyak nama lain yang tercatat di www.internethalloffame.org. Siapa sajakah mereka? Berikut ini, delapan "pahlawan" internet di antaranya.

1. Charles Herzfeld, adalah direktur di DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) pada era 1960-an. Dia adalah orang yang membuat keputusan untuk menciptakan ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network), cikal bakal dari internet yang kita kenal sekarang ini.

2. Raymond Tomlinson, adalah orang yang pertama kali mengimplementasikan sistem e-mail di ARPANET pada tahun 1971. Dia juga memilih tanda "@" pada e-mail, untuk menghubungkan nama pengguna dengan domain email.
3. Robert Cailliau, adalah orang di belakang layar WWW (world wide web). Selama ini, orang hanya mengenal Tim Berners-Lee sebagai pencipta WWW. Padahal, peran Cailliau tak kalah penting.

Selain ikut menulis proposal untuk membiayai pengembangan WWW, Cailliau juga merancang logo WWW. Dia pun mengembangkan salah satu browser pertama untuk Mac OS.  


4. J.C.R. Licklider, adalah mantan orang penting di Badan Riset Lanjut Pertahanan AS, DARPA. Dia adalah salah satu orang yang memprediksi bahwa sistem jaringan seperti internet akan menghubungkan umat manusia dengan komputer-komputer di seluruh dunia.

5. Donald Davis, adalah salah seorang penemu packet switching, teknologi dasar dalam pengembangan internet modern.

6. Philip Zimmermann, adalah orang yang menciptakan PGP (Pretty Good Privacy) pada tahun 1991. PGP adalah sebuah metode enkripsi digital untuk mengamankan komunikasi data melalui e-mail.

7. Mitchell Baker, adalah Ketua Mozilla Foundation. Mantan CEO Mozilla Corporation ini berperan penting dalam pengembangan proyek Mozilla serta dalam proses pengesahan aplikasi-aplikasi internet berbasis open-source.

8. Brewster Kahle, mengembangkan WAIS (Wide Area Information System) pada tahun 1989. WAIS adalah sistem publishing pertama di internet, sekaligus program pertama yang bisa membuat indeks data berukuran besar.

Kahle juga mendirikan Internet Archive (www.archive.org), sebuah perpustakaan digital yang bersifat non-profit, pada tahun 1996. Melalui Internet Archive, para pengguna internet bisa mengakses jutaan halaman web, buku, film, dan musik secara gratis. (RAA)