4 Tips Mengatasi Memori Android Hampir Penuh

Penyimpanan adalah hal yang penting di era smartphone seperti sekarang. Ruang penyimpanan yang penuh tentu akan mengganggu kelancaran penggunaannya.

Anda bisa saja menambah kapasitas memori dengan microSD eksternal. Lantas, bagaimana jika memori itu juga telah maksimal digunakan?

Sebenarnya ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi memori smartphone di Android. Misalnya saja dengan menghapus aplikasi yang tak sering digunakan.

Berikut ada beberapa trik yang bisa dilakukan agar smartphone Android kalian bisa lebih lancar.


Pertama, hapus cache dan data pada aplikasi

Langkah ini pas untuk Anda yang enggan menghapus aplikasi di smartphone.

Cukup tandangi "Settings", "Storage", lalu pilih "Apps". Anda akan menemukan opsi "Clear Data and Clear Cache". Bersamaan dengan itu, Anda bisa melihat sebanyak apa cache dan database suatu aplikasi meraup memori.

Pasca menghapus cache dan database, penjajalan aplikasi akan kembali seperti pertama kali Anda menginstalnya. Misalnya saja untuk Facebook, Anda akan otomatis keluar atau log out setelah menghapus cache dan database.

Kedua, sinkronisasi foto dan video ke cloud

Bagi Anda yang doyan selfie dan merekam video, perlu diketahui bahwa dua konten itu cukup besar meraup memori.

Jika Anda tak tega menghapus foto dan video, opsi yang bisa dilakukan adalah menyinkronkan konten-konten itu ke cloud. Untuk Android, salah satu layanan cloud yang disediakan untuk foto dan video adalah Google Photos.

Sebelum mengunggah file foto tersebut, tidak ada salahnya menggunakan jaringan Wi-Fi. Pasalnya, fitur yang satu ini cukup memakan data internet.

Cara sinkronisasinya mudah, tandangi "Settings" lalu pilih "Backup & Sync". Selanjutnya, klik pilihan "Free Up Space" untuk menghapus foto dan video di galeri yang sudah disalin ke Google Photos.


Ketiga, hapus data dari peramban alias browser

Rekam jejak Anda dalam berselancar maya akan tersimpan dan sedikit banyak juga meraup memori smartphone.

Karenanya, ada baiknya menghapus data dari browser mobile secara berkala. Pada browser Chrome di Android, Anda cukup memilih "Settings", "Privacy", lalu "Clear Browsing Data".

Selanjutnya, centang data apa yang ingin Anda bersihkan. Pilihannya ada history, cookies dan data situs, cache foto dan file, serta password yang tersimpan.

Keempat, hapus film dan playlist musik offline

Mekanisme bersih-bersih ini berlaku bagi Anda yang rutin menjajal aplikasi video atau musik on-demand semacam Netflix dan Spotify.

Baru-baru ini Netflix menyediakan opsi untuk menonton secara offline dengan mekanisme mengunduh konten ketika terhubung Wi-Fi atau terkoneksi internet cepat.

Perlu diperhatikan bahwa pengunduhan itu menyebabkan film tersimpan dalam memori smartphone. File film umumnya berkisar 2 GB.

Jika Anda banyak mengunduh dan menyimpannya di smartphone, tentu memori akan cepat habis. Sebaiknya hapus film setelah Anda tonton.

7 Fakta dan Mitos Mengisi Daya Baterai Smartphone

Bagi pembeli smartphone baik android atau iphone sepertinya memiliki pertanyaan sama tentang hal ini, bagaimana cara yang baik dan benar saat mengisi daya baterai? banyak sekali informasi simpang siur dan mitos yang tersebar.

Sayangnya, informasi soal baterai cenderung simpang siur dan tak jarang saling bertentangan sehingga menimbulkan mitos keliru. Pengguna pun bisa dibuat bingung.
Apa saja mitos keliru yang sering diutarakan soal baterai ponsel? Berikut ini daftar tujuh di antaranya, sebagaimana dirangkum.

1. Baterai punya "ingatan"


Anda mungkin pernah mendengar saran agar secara rutin mengosongkan seluruh kapasitas baterai kemudian mengisinya penuh-penuh agar "ingat" dengan kapasitas aslinya. Ada pula anjuran untuk tak mengisi baterai sebelum kosong.

Mitos ini sebenarnya salah karena siklus pengisian seperti itu tak mempengaruhi kinerja baterai. Sering-sering mengisi baterai sebelum benar-benar habis pun tak akan merusaknya. Efek ingatan alias "memory effect" memang pernah berlaku untuk baterai Ni-cad lama, tapi baterai Lithium Ion modern tak terdampak.

2. Baterai harus diisi dengan charger bawaan

Beberapa charger berkualitas buruk bisa berbahaya buat ponsel. Namun bukan berarti Anda harus selalu memakai charger bawaan ponsel untuk mengisi baterainya.

Charger USB manapun bisa dipakai untuk mengisi baterai ponsel, tapi kinerjanya akan berbeda-beda. Charger yang mampu menyalurkan arus 2 ampere, misalnya, bakal mengisi baterai lebih cepat dibandingkan charger 1 ampere.

Ada juga beberapa kemampuan khusus seperti fast charging yang hanya bisa digunakan apabila ponsel diisi dengan charger bawaan.

3. Baterai ponsel akan rusak apabila diisi semalaman

Menancapkan ponsel ke charger sebelum tidur adalah kebiasaan yang lazim dilakukan banyak orang, mungkin juga termasuk kamu. Nah, apakah hal ini bisa mengakibatkan "overload" atau merusak baterai?

Jawabannya adalah tidak. Ponsel masa kini sudah cukup "pintar" untuk memutus arus listik secara otomatis ketika baterai sudah terisi penuh, walaupun ia masih tersambung ke charger.

4. Jangan pakai ponsel saat di-charge


Menggunakan ponsel saat sedang tersambung ke charger tidak akan berpengaruh buruk pada baterai. Entah digunakan atau tidak, baterai ponsel akan terisi seperti yang seharusnya.

Lagipula, ponsel kerapkali mengaktifkan dirinya sendiri ketika sedang di-charge, misalnya untuk mengunduh update software lewat Wi-Fi ataui sinkronisasi data. Jadi, jangan takut untuk memakai ponsel saat sedang diisi baterainya.

5. Mematikan ponsel bisa merusak baterai

Baterai di ponsel tidak akan rusak apabila perangkat dimatikan. Memang, kapasitas baterai sedikit demi sedikit akan berkurang ketika perangkat dimatikan dan disimpan dalam waktu lama, tapi hal ini normal terjadi dan tak perlu dicemaskan.

Anda pun bisa mematikan dan melepas baterai (apabila memungkinkan) tanpa perlu khawatir. Tak ada salahnya pula mematikan ponsel beberapa saat untuk "mengistirahatkan" perangkat. Proses restart yang dilakukan setelahnya bahkan bisa menyelesaikan beberapa masalah terkait fungsi baterai.

6. Baterai ponsel harus diisi penuh sebelum digunakan

Banyak orang mengisi baterai ponsel hingga mencapai 100 persen sebelum mulai menggunakannya. Ini keliru karena tak ada keuntungan apapun yang bisa diperoleh dari hal tersebut.

Bahkan, baterai ponsel sebenarnya bekerja optimal ketika kapasitasnya berada di angka 40 persen hingga 80 persen.  Baterai kebanyakan ponsel juga diisi setengah penuh dari pabrik sehingga kamu bisa langsung menggunakannya begitu dikeluarkan dari kemasan.

7. Mematikan Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS akan memperpanjang umur baterai

Ketiga fungsi ini hanya akan memakai listrik ketika dijalankan, misalnya GPS yang akan aktif ketika pengguna menjalankan aplikasi pemetaan. Menyalakan Bluetooh, GPS, dan Wi-Fi pun tak akan terlalu berpengaruh pada kapasitas baterai secara keseluruhan.

Masih ingin menghemat baterai? Anda bisa mengurangi tingkat kecerahan layar karena komponen ini adalah yang paling menguras daya baterai pada ponsel.