Tips Sederhana Agar Pernikahan Langgeng

Wajar kiranya dalam sebuah rumah tangga mengalami yang namanya masalah dan buruknya hal seperti itu menjadikan hubungan rumah tangga itu sendiri agak tidak langgeng. 

Namun, ternyata ada satu kunci yang dapat membuat semua pernikahan menjadi langgeng dan untungnya kunci ini tidak sulit.

Harry Benson, seorang pakar hubungan dan ketua penelitian untuk Marriage Foundation, adalah salah satu yang mengetahui dan menerapkan kunci ini dalam hubungannya. Kini, dia memiliki pernikahan yang lebih bahagia, kuat, dan menyenangkan daripada sebelumnya.

"Rumusnya sangat sederhana: istri bahagia, hidup pun bahagia. Ini adalah pepatah yang didukung oleh penelitian dan telah menyelamatkan pernikahan saya sendiri,” kata Benson.

Untuk membuktikan rumus ini, Benson dan istrinya pun memulai sebuah penelitian terhadap 300 ibu yang kemudian dipublikasikan dalam buku What Moms Want (And Dads Need to Know).

Ternyata, setengah dari para ibu yang kini bahagia dengan hubungan mereka pernah merasa tidak bahagia. Bahkan, seperempat merasa sangat tidak bahagia sebelumnya.

Nah, apa yang kemudian membuat mereka menjadi bahagia?

Benson dan istrinya menemukan jawabannya melalui wawancara. Para ibu mengatakan bahwa di samping pertemanan, suami yang tertarik dengan dirinya, dengan anak-anaknya, dan bersikap baik adalah alasan mereka merasa bahagia.

Sebaliknya, para ibu tidak memprioritaskan kemampuan suami untuk mencari uang maupun tampil kuat dan seksi.

Menariknya, Benson juga mendapati bahwa ketika ibu merasa bahagia, anggota keluarga lainnya pun bahagia, terutama ayah.

Dari sana, dia pun menyimpulkan bahwa kunci dari pernikahan yang bahagia adalah suami yang mampu membuat istri senang dan tahu apa yang diinginkan.
“Itulah yang perlu ayah tahu, dan formula yang sederhana ini adalah kunci untuk pernikahan yang bahagia dan langgeng,” kata Harry.
Alasan Wanita lebih mudah Move On Ketimbang Pria

Pada masa pencarian pasangan ada kalanya kita menemukan seseorang untuk di jadikan kekasih namun ada timbul ketidakcocokan dan akhirnya putus.

Sebuah studi di Kanada menemukan bahwa wanita memiliki kemampuan untuk memaafkan dan melupakan lebih baik ketimbang pria.

Studi yang diproduksi oleh University of Waterloo di Ontario, Kanada, ini menyimpulkan bahwa wanita tidak merasa keberatan untuk mengucapkan “Maaf” ketika mereka berbuat salah.

Selain itu, wanita juga lebih baik dalam melupakan dan memaafkan masa lalu yang mengecewakan hati mereka.

Kemampuan itu sedikit terlihat pada kaum pria.   
       
“Penelitian kami menemukan bahwa pria juga tidak keberatan mengucapkan maaf, tetapi mereka membutuhkan waktu lama untuk akhirnya benar-benar memaafkan,” ujar Karina Schumann, salah satu peneliti.

Penelitian ini mendokumentasikan eksperimen terhadap 33 mahasiswa berusia 18 hingga 44 tahun selama 12 hari.

Seluruh responden diminta untuk mencatat kata dan permintaan maaf dalam sehari. Selain itu, mereka juga harus mencatat mengenai berapa kali orang lain melakukan kesalahan pada mereka.

Hasil studi mengemukakan informasi bahwa wanita lebih mudah memaafkan dan melupakan daripada wanita. Hal ini terjadi pada semua unsur kehidupan, mulai dari hubungan, pekerjaan, dan keluarga.

Kemampuan wanita lainnya, menurut hasil penelitian, mau memaklumi dan memaafkan orang lain yang berperilaku menyinggung mereka.

Hal itu tidak terlihat pada responden pria selama masa eksperimen berlangsung.
Hasilnya, wanita lebih sering meminta maaf ketimbang pria. Selain itu, responden wanita juga mengaku bahwa sekelilingnya sering melakukan hal yang menyinggung mereka.

Sebaliknya, pria mengatakan bahwa perilaku dan perkataan yang menurut wanita ofensif, mereka merasa tidak tersinggung sama sekali